BLOG SINOPSIS
Adegan Terbaik Chandra Nandini Senin 29 Januari 2018
Di kamarnya Dhurdhara gelisah
memikirkan ancaman Helena. Nandin lalu menemuinya dan melihatnya termenung,
Nandini lalu berbicara dengannya bbahwa dirinya dan Chandra akan pergi setelah
acara bayinya. Dhurdhara kembali termenung dan Nandini bertanya. Dhurdhara pun
beralasan bahwa perutnya tengah sakit. Nandini memintanya untuk tidak khawatir
dan Nandini berkata akan mencarikan jalan untuk meredakan rasa sakitnya.
Nandini beranjak pergi dan dalam hati Dhurdhara meminta maaf pada Nandini
karena sudah membohonginya demi dia dan bayinya.
loading...
Nandini ke dapur melihat
persiapan makanan untuk acara dan melihat puding berasnya lalu menyuruh pelayan
membaginya, Nandini hendak menuangkan cairan ke dalam mangkok puding beras
Dhurdhara, Dadima dan Moora melihatnya lalu bertanya. Nandini menjelaskan kalau
yang akan dituangkan adalah ramuan untuk wanita hamil, Dadima memintanya
berkonsultasi dulu dengan tabib sebelum memberikan pada Dhurdhara. Nandini
mengiyakan dan berkata akan menambahkan buah2an kering saja diatas puding
berasnya karena Dhurdhara menyukainya lalu Nandini beranjak pergi menambahkan
buah2an kering dan teringat ucapan Dhurdhara akan sakit perutnya. Nandini pun menuangkan
ramuannya dalam pudng beras Dhurdhara, pelayan melihatnya dan melaporkan pada
Moora, Moora pun mendatangi Nandini dan menegurnya karena sudah diberi
peringatan tadi. Nandini menjelaskan bahwa Dhurdhara tengah sakit perut.
Pelayan datang memberitau bahwa acara akan dimulai.
loading...
Chandra dan yang lain mendatangi
Dhurdhara yang akan melakukan ritual untuk bayinya. Moora menyuruh Chandra
memberikan hadiahnya lalu Chandra meletakan beberapa emas ke dalam selendang Dhurdhara. Chandra
membawakan asam dan hendak menyuapi Dhurdhara. Dadima melihat Dhurdhara
termenung dan bertanya, Dhurhara bersikap normal dan menerima suapan asam
Chandra, lalu yang lain bergantian memberikan hadiah. Helena datang membawakan
hadiah dan Dhurdhara menatapnya dengan ketakutan. Helena membelai wajah
Dhurdhara dan berbisik padanya agar mengingat peringatannya untuk tutup mulut.
Nandini kemudian maju memberikan
hadiahnya dan menyuapinya dengan puding beras. Dhurdhara lalu memanggil Dadima
dan mengatakan ingin beristirahat lalu beranjak pergi. Nandini bertanya2
mengapa Dhurdhara seperti tengah terbebani, Nandini memutuskan untuk pergi
memeriksa Dhurdhara
Dhurdhara mengunci diri di kamar
dan merasa ketakutan, Dhurdhara kemudian menulis surat, “
aku tidak tau berapa lama lagi aku akan bertahan hidup dan ini karena
dia adalah setan jahat yang ingin melenyapkanku dan juga bayiku”.
loading...
Baca Juga Artikel keren lainnya: