BLOG SINOPSIS
Sinopsis Chandra Nandini Hari ini 4 Februari 2018 Episode 33 Lengkap: Munculnya Vishaka di Magadha!
- Buat kamu para penggemar setia serial Chandra Nandini, kali ini saya akan memberikan informasi tentang sinopsis Chandra Nandini hari ini episode 33
, kelanjutan cerita Chandra Nandini setelah Chanakya keluar/pergi/meninggalkan istana Magadha
. Pada sinopsis Chandra Nandini hari ini 4 Februari 2018
nanti akan menceritakan tentang apa yang dilakukan Chanakya setelah meninggalkan Magadha dan ternyata benar Chanakya pergi dari Magadha itu hanya pura-pura atau sandiwara saja, jadi Chandra dan Chanakya berpura-pura bertengkar untuk memancing Padmananda dan nantinya juga akan mengungkap kebenaran tentang siapa pembunuh Durdhara sebenarnya, yaitu yang ternyata Apama yang membunuh Durdhara dan nanti kedoknya juga akan terbongkar.
Sinopsis Chandra Nandini Hari ini 4 Februari 2018 Episode 33 Lengkap
Kemudian nanti juga akan diceritakan tentang munculnya ratu atau putri raja ke Magadha bernama Vishaka yang katanya bisa menyelamatkan diri setelah Padmananda menghancurkan kerajaannya. Vishaka ini punya kemampuan bisa membaca karakter orang lain dan juga bisa menenangkan Bindusara ketika rewel. Vishaka nanti dalam keadaan tetentu juga membela Nandini terutama jika sedang berdebat dengan Helena. Untuk lebih jelasnya, silahkan simak sinopsis Chandra Nandini hari ini 4 Februari 2018 lengkap:
Sinopsis Chandra Nandini Hari ini 4 Februari 2018 Episode 33 Lengkap
Di kamarnya Chandra melakukan penyamaran dengan menutupi wajahnya, dia lalu menggendong Bindusara dan Nandini masuk kedalam, Nandini mengira dia penculik dan berkata bahwa dirinya tidak akan membiarkan siapapun menculik Bindusara.
Nandinipun mengambil pedang dan merebut Bindusara dari tangan Chandra lalu bertanya siapa yang telah menyuruhnya. Chandra berpikir bahwa Nandini tidak bisa mengenalinya, Nandinipun menyerangnya. Mereka bertarung tapi kemudian Bindusara menangis, Chandra hendak menghampirinya tapi Nandini melemparnya dengan gelas dan kembali melawannya, Nandini berhasil menghunuskan pedang dilehernya dan bertanya siapa dia sebenarnya kemudian Nandini membuka penutup wajah Chandra, Nandini terkejut melihat Chandra lalu berkata bahwa berarti dirinya bertarung dengannya tadi. Chandra menjawab bahwa dia sudah melewati ujiannya dan berhasil menjadi pilihan yang tepat untuknya menjaga Bindusara. Nandini menjawab bahwa dirinya akan mempertaruhkan hidupnya demi Bindusara. Chandra berkata bahwa hingga saat ini dirinya masihbisa melihat kalau dia yang melenyapkan Dhurdhara, Chandra berkata sudah sangat terlambat dan beranjak pergi. Nandinipun bergumam bahwa Chandra begitu sangat membencinya.
loading...
Chanakya menghitung koin emasnya, Chandra kemudian datang dengan penutup
wajahnya, Chanakya memperhatikannya lalu Chandra membuka penutup
wajahnya. Chanakya terkejut melihat Chandra, Chandra menarik pedangnya
dan menghampiri Chanakya seraya berkata bahwa dirinya tau kalau dia
pasti berada disini lalu Chandra meletakkan pedangnya dikaki Chanakya
dan meminta berkatnya. Chanakya memapahnya berdiri dan berkata bahwa
rencana mereka berhasil karena bahkan Padmananda ingin bertemu dengannya
(kilas balik saat Chandra memberitau Chanakya mengenai keberadaan
Nandini di istana sebagai pengasuh Bindusara dan apa yang telah
diperbuatnya untuk Bindusara. Chanakya pun berkomentar bahwa dia
mengambil keputusan yang benar untuk Bindusara. Chanakya lalu
membicarakan Apama dan bercerita bagaimana Apama menemui Sunanda di
ruang rahasia dan Chanakya mengikutinya. Chandra lalu membahasnya),
Chanakya berbicara pada Chandra bahwa Apama akan membantu mereka
menjalankan jebakannya dan Apama pun akan terjebak juga. Chandra meminta
maaf karena harus bersikap kasar padanya, Chanakya menjawab bahwa itu
semua kan hanya pura2 saja dan rakyat pasti akan mempercayainya.
Chanakya memintanya untuksegera kembalidan melanjutkan sandiwara mereka.
Chandra pun kembali menutupi wajahnya.
Chandra kembali keistana
dan masuk ke kamar lalu tanpa sengaja menjatuhkan gelas, Nandini yang
sedang menidurkan Bindusara pun menegurnya agar tidak menimbulkan
kebisingan. Chandra kemudian berjalan mendekat dan Nandini kembali
memarahinya karena suara sandalnya. Chandra membuka sandalnya lalu
hendak menggendong Bindusara tapi lagi2 Nandini melarangnya dan
mengomelinya. Chandra pun berkata menghina Nandini kalau seolah2
Bindusara itu anaknya dan dia yang melahirkan. Nandini merasa sedih
mendengarnya dan mengatakan bahwa dirinya memang bukan yang melahirkan
Bindsara tapi dirinya bisa merasakan rasa sakitnya, sekali lagi Nandini
menjelaskan pada Chandra bahwa dirinya tidak pernah melenyapkan
Dhurdhara. Chandra menanyakan bukti yang dia punya. Nandini pun menjawab
kalau dia saja tidak mempercayainya apakah dia akan mempercayai bukti2
yang ada. Chandra menyuruhnya untuk tidak berbohong lagi karena dia
tidak punya bukti dan dia memang yang melenyapkan Dhurdhara.
Chandra
mengalami kram tiba2 dan mengerang, Nandini hendak mendekat tapi
Chandra melarang lalu Chandra memanggil pelayan dan memberi perintah
agar mengambilkan minyakpemberian tabib. Pelayan kemudian datang dan
mengoles punggungnya tapi itu tidak meredakan rasa sakit Chandra.
Setelah itu Nandini memijat paksa punggung Chandra dan menarik tangannya
dengan kuat hingga membuat Chandra berteriak. Bindusara terbangun dan
Nandini langsung menggendongnya, Chandra mengomel dan Nandini mengatakan
bahwa dia sudah membangunkan Bindusara. Chandra lalu merasa kramnya
sudah menghilang.
Raja Parvatak dan Chanakya bertemu di tengah
hutan dan berbicara mengenai Chandra. Raja Parvatak lalu berkata akan
mengatur pertemuannya dengan Padmananda besok lalu Parvatak beranjak
pergi dan Chanakya pun berbicara dalam hati bahwa Padmananda akan
terjebak secepatnya.
Chandra sedang melamun di balkon dan
teringat kematian Dhurdhara serta bagaimana pembelaan Nandini untuk
dirinya sendiri. Chandrapun berbicara sendiri merasa bingung apa yang
hars dilakukannya dan siapa yang harus dipercaya. Chandra berpikir
mungkin surat Dhurdhara bisa memberi petunjuk. Lalu Chandra bergegas
pergi menuju kamar Dhurdhara. Helena melihatnya dan berpikir mengapa
Chandra pergi kekamar Dhurdhara lalu Helena mengikuti Chandra.
Chandra
membuka kamar Dhurdhara dan teringat saat melihat Dhurdhara sedang
memakan asam di kamarnya lalu dirinya dan Nandini datang kemudian
menggoda Dhurdhara. Chandrapun tersenyum sendiri tapi kemudian bayangan2
itu menghilang, Chandra tersadar dan bergerak mencari2apa yang bisa
dijadikan barang bukti. Chandra menemukan surat Dhurdhara.
Helena
masuk ke dalam kamar dan bertanya apa yang diakukannya. Chandra
mengatakan ingin melihat petunjuk dalam surat Dhurdhara adakah tertulis
nama Nandini. Helenapun berpikir dengan ketakutan kalau surat itu bisa
membuat dirinya dalam kesulitan lalu Helena merebut surat Dhurdhara dan
mengatakan bahwa pelakuny amemang Nandini dan bertanya mengapa dia masih
mempercayai Nandini. Chandra merebut kembali surat ditangan Helena dan
membacanya. Helena terkejut saat Chandra menyebut nama Nandini sebagai
tertuduh dalam surat tersebut. Helena merebut suratnya dan melihat nama
Nandini disana, Helena berpikir bagaimana mungkin semua ini terjadi lalu
mengajak Chandra pergi. Chandra pun beranjak keluar kamar. Helena pun
masih bertanya2 mengapa nama Nandini bisa tertulis di surat Dhurdhara.
loading...
Helena
menunjukkan surat Dhurdhara pada Apama dan berkata bahwa dirinya ingat
bukan surat itu yang ditulis Dhurdhara dan tidak terdapat nama Nandini
disana, Apama menyuruh Helena membantunya memindahkan sebuah patung lalu
Apama mengambil surat Dhurdhara yang asli dari dalam patung tersebut,
Helena membandingkan keduanya lalu bertanya pada ibunya. Apama pun
menjawab (kilas balik saat Apama ke kamar Dhurdhara dan menemukan surat
Dhurdhara. Apama lalu mengganti surat tersebut dengan surat tulisan
tangannya disertai namaNandini didalamnya), Apama berbicara pada Helena
bahwa dirinya yang mengganti surat tersebut. Helena memeluk ibunya
dengan bangga dan memuji kecerdasannya. Apama pun membakar surat
Dhurdhara.
Pagi harinya Nandini bercanda dengan Bindusara,
Bindusara menyebut kata “ibu” dan Nandini terkejut serta mengira bahwa
yang didengarnya tadi hanya imajinasinya saja, tapi kemudian Nandini
kembali mendengarnya, Nandini menggendong BIndusara dan memintanya
memanggilnya ibu sekali lagi. BIndusara kembali menyebut nama “ibu”.
Nandini pun bahagia.
Parvatak menemui Chanakya dan hendak menutup
mata Chanakya, Chanakya bertanya mengapa dia harus menutup matanya
sedangkan mereka akan bekerja sama tapi Parvatak menjawab bahwa ini
permintaan Padmananda. Chanakya tidak mempermasalahkan dan berkata jika
dirinya lapar dan telah membawa bekal beberapa kacang untuk perjalanan,
Chanakya menyuruh Parvatak memeriksa isi tasnya tapi Parvatak tidak
mempermasalahkan lalu Parvatak menutup kedua mata Chanakya menggunakan
kain berwarna hitam. Diam2 Chanakya memberi tanda jalanan dengan
membuang kulit kacang.
Di aula, Chandra mendengar keluhan
sepasang suami istri yang berebut hak asuh anak mereka. Sang suami
merasa bisa memberikan kehidupan yang layak jadi merasa berhak
mendapatkan hak asuh sementara sang istri mengatakan kalau bayinya masih
sangat kecil dan membutuhkan dirinya. Chandra menanyakan pendapat
Megasthenes. Megasthenes lalu memberi saran agar hak asuh jatuh ke
tangan sang ayahkarena sang ayah bisa merawat anaknya dengan baik. Sang
istri memohon pada Chandra agar membiarkan anaknya diasuh olehnya.
Nandini masuk ke dalam aula dan mendengar keluhan istri tadi. Chandra
lalu mengatakan bahwa keputusan diambil untuk kebaikan anak mereka.
Nandini meminta maaf karena harus menyela dan mengatakan bahwa anak itu
membutuhkan ibunya. Helena menegurnya dengan berkata bahwa sekarang
pengasuh Bindusara akan ikut campur dalam masalah politik. Chandra
teringat surat Dhurdhara yang tertuliskan nama Nandini didalamnya dan
kemudian membentak Nandini agar tidak mengatakan apapun, Chandra juga
mengatakan agar dia tidak melakukan kesalahan yang sama lalu Chandra pun
mengusirnya agar keluar dari aula.
Nandini dan Bindusara
berjalan keluar tapi kemudian Bindusara memanggil “ibu”, Chandra
langsung berlari menghampiri Nandini dan menggendong Bindusara.
Bindusara kembali memanggil “ibu”, Chandra merasa senang dan
menunjukkannya pada semua orang kemudian Chandra mendudukkan Bindusara
di singgasana dan berkata bahwa Bindusara akan segera berjalan dan
nantinya akan segera mengambil alih tahtanya lalu Chandra membawa
Bindusara keluar aula.
Semua orang membubarkan diri, Dadima
menghampiri Nandini dan berbicara dengannya agar tidak tersakiti dengan
perkataan Chandra. Nandini mengatakan bahwa seharusnya seorang anak
tinggal dengan ibunya karena sang ibu sudah terhubung dengan anaknya
sebelum kelahirannya. Dadima pun berkata bahwa dirinya mempunyai
rencana.
Padmananda memarahi Gautami dan seorang putri raja yang
ditangkapnya, prajurit lalu datang memberitau kedatangan Chanakya.
Gautami dan putri tadi di bawa masuk ke dalam ke gudang dan di ikat.
Parvatak
membawa masuk Chanakya kedalam tenda Padmananda. Parvatak membuka
penutup mata Chanakya. Padmananda menyapanya dan mulai berbicara
menghinanya tapi Chanakya berkata bahwa dirinya ingin membantunya,
Chanakya berkata memiliki rencana tapi dia meminta janji Padmananda
seandainya dia kembali menguasai Magadha maka dia akan mengatur Magdha
sesuai keinginannya. Padmananda pun setuju.
Gautami dan putri
tadi berhasil melepaskan ikatan mereka. Gautami berlari masuk ke dalam
tenda Padmananda seraya berkata agar Chanakya tidak mempercayai
Padmananda tapi ternyata Chanakya sudah pergi, Padmananda pun
mentertawakannya dan menyuruh prajurit untuk menangkapnya kembali.
Chandra
bermain bersama Bindusara, Nandini masuk membawa mangkuk makanan dan
Bindusara memangginya “ibu”, Chandra lalu mengambil mangkuk dan hendak
menyuapi Bindusara tapi terlalu mengalami kesulitan, Nandini membantunya
dengan memangku Bindusara, Chandra hendak menyuapi Bindusara tapi
tangan Nandini tanpa sengaja menyenggolnya hingga membuat makanan di
sendok Chandra terjatuh. Chandra pun membentaknya.
Nandini
meletakkan Bindusara di ranjang dan beranjak pergi tapi Chandra
menghentikannya dan bertanya mengapa dia beranjak pergi, Nandini
menjawab dan Chandra mengingatkan bahwa statusnya hanyalah pengasuh
Bindusara, bukan istri atau Ratu nya. Nandini bertanya mengapa dia
terlihat begitu marah. Chandrapun berkata bahwa dirinya menemukan surat
Dhurdhara yang menuliskan nama dia sebagai pelakunya. Nandini terkejut
mendengarnya lalu Chandra mengusir Nandini keluar. Saat akan keluar
Dadima masuk dan menyuruh Nandini menyuapi Bindusara. Nandini pun
kemudian menggendong Bindusara dan menyuapinya. Dadima lalu berbicara
pada Chandramenyadarkannya kalau seorang ibu selalu terhubung dengan
anaknya bahkan jauh sebelum kelahiran. Chandra lalu berteriak memanggil
pelayan dan memberinya perintah agar memanggil pasangan tadi karena
keputusan untuk mereka akan dibuat. Chandra kemudian juga beranjak
keluar kamar. Dadima berbicara dengan Nandini kalau Chandra tidak akan
mendengarkannya tapi dia akan mendengarkan orang lain.
Chandra
menggendong anak pasangan tadi di aula lalu berbicara dengan pasangan
tadi bahwa anak tersebut akan tinggal bersama sang ibu karena masih
memerlukan kasih sayangnya. Chandra pun memberikan anak yang
digendongnya pada ibu anak tersebut. Chandra mengatakan sang ayah harus
membiayai keperluannya setiap bulan dan kedua warga tadi beranjak pergi.
Seorang
prajurit masuk dan mengatakan ada seseorang yang ingin menemuinya.
Chandra mengijinkan dan prajurit itu beranjak pergi lalu kembali dengan
membawa seorang wanita (Vishaka). Vishaka maju ke tengah dengan keadaan
acak2an dan terluka lalu memberi salam pada Chandra. Chandra bertanya
siapa diadan Vishaka memberi penjelasan bahwa dirinya seorang putri dari
sebuah kerajaan tapi Padmananda sudah menyerang dan menghabisi
keluarganya sebab itulah dirinya datang untuk meminta bantuannya.
Megasthenes
memperyanyakan kebenaran ucapan Vishaka, Vishaka terkejut lalu
menunjukkan tanda di pergelangan tangannya pada Chandra sebagai bukti
bahwa dirinya adalah seorang putri dan Vishaka memohon bantuannya.
Chandra mengabulkan lalu berbisik pada Megasthenes agarmencari informasi
mengenai Vishaka. Vishaka pun berterimakasih. Chandra memanggil pelayan
dan menyuruh mereka melayani Vishaka, Vishaka lalu beranjak pergi.
Nandini
berpura2 menjadi Chandra dengan memakai kumis dan mahkotanya lalu
berbicara pada Bindusara layaknya Chandra,ulah Nandini ini membuat
Bindusara tertawa. Nandini lalu terus berakting. Chandra masuk dan
memperhatikan Nandini.
Nandini melihat Chandra dn langsung
terdiam lalu meletakkan Bindusara di ayunan dan meletakkan mahkota
Chandra. Nandini hendak pergi tapi Chandra mempertanyakan semua ucapanya
tadi dan mendekat pada Nandini. Nandini dan Chandra pun berdebat
ringan.
Nandini beranjak pergi dan terhenti karena Bindusara
memegangi selendangnya. Nandini mengira Chandra yang memeganginya dan
menyuruhnya melepaskannya. Chandra mengatakan bahwa bukan dirinya yang
memegang selendangnya, Nandini membalikkan badan lalu menarik
selendangnya dan pergi tapi Chandra kembali memanggilnya dan
menghampirinya kemudian menarik kumis palsunya dan menyuruhnya pergi.
Vishaka
tengah mandi di kolam. Chandra masuk dan melihat Vishaka tengah
menggosok kakinya. Chandra terus menatapnya, Vishaka melihatnya dan
terkejut. Chandra berpikir mengapa dirinya harus memperhatikan Vishaka
lalu beranjak pergi.
Nandini memgang bahu Vishaka dari arah
belakang. Vishaka bertanya siapa dia dan Nandini menjawab bahwa dirinya
pengasuh Bindusara kemudian Nandini mengoleskan lulur di punggung
Vishaka sembari mengobrol. Vishaka merasa senang karena memiliki teman
baru diMagadha. Helena datang dan mengatakan pada Vishaka bahwa Nandini
bukan temannya karena dia adalah putri Padmananda, Helenajuga
menambahkan bahwa Nandini juga pembunuh Dhurdhara. Vishaka lalu membalas
ucapan Helena bahwa setiap orang pasti memiliki masa lalu dan Vishaka
juga mengatakan bahwa ayahnya (Seleucus) pun juga pernah menyerang
Magadha tapi dia (Helena) tetap menjadi ratu di Magadha. Helena menegur
Vishaka agar menjaga sikap karena dia hanya tamu di Magadha lalu Helena
beranjak pergi. Nandini kembali berbicara pada Vishaka bahwa dia tidak
perlu membelanya tapi Vishaka menjawab kalau dirinya bisa membaca
karakter orang dan menilainya sebagai orang yang baik.
Chandra
dan Chanakya bertemu di hutan dan Chanakya memberitau Chandra mengenai
jalan kebarak Padmananda yang sudah ditandainya dengan kulit kacang,
Chanakya menyuruh Chandra agar segera menyerang Padmananda dengan
mengikuti jejak kulit kacang tersebut.
Malam harinya, Chandra dan
pasukannya berjalan ke tengah hutan dan menelusuri jejak kulit kacang
yang dibuang Chanakya. Sementara itu Nandini tengah menenangkan
Bindusara tapi tidak berhasil, Dadima dan Moora masuk lalu Dadima
bertanya apa yang terjadi. Moora menyuruh pelayan memanggil tabib. Apama
dan Helena juga masuk dan Helena bertanya pada Nandini apalagi yang
tengah terjadi. Tabib masuk dan memeriksa Bindusara lalu mengatakan
kalau Bindusara baik2 saja. Vishaka muncul dan memperhatikan ucapan sang
tabib.
Vishaka mendekat dan meminta ijin menggendong Bindusara.
Moora mempersilahkan. Vishaka lalu menggendong Bindusara dan
menenangkannya. Bindusara pun menjadi tenang. Moora lantas
berterimakasih dan memujinya. Vishaka lalu mengatakan bahwa semuaini
tidak ada apa2nya dibandingkan dengan perlindungan yang telah Magadha
berikan padanya. Vishaka lalu membaringkan Bindusara diayunannya.
Chandra
mendatangi barak Padmananda dan memberi aba2 pasukannya untuk masuk
dengan perlahan2, Chandra memberi aba2 lalu masuk ke dalam tenda tapi
dirinya terkejut melihat tenda sudah dalam keadaan kosong tak
berpenghuni. Prajurit yang lain pun melaporkan kalau tenda yang lain
juga sudah tak berpenghuni.
Chandra menemui Chanakya dan
mengatakan bahwa dirinya sudah melakukan apa yang diperintahkan tapi
barak itu sudah ditinggalkan penghuninya.
Padmananda beralih
mendirikan tenda disebuah hutan. Padmananda lalu bertanya pada Amartya
mengapa mereka harus berpindah tempat. Amartya menunjukkan kulit kacang
Chanakya yang ditemukannya. Amartya lalu mengatakan dirinya menemukan
kulit kacang ini diluar tenda mereka dan jenis kacang tersebut tidak
tersedia di sekitar wilayah mereka. Amartya menambahkan kalau semua ini
jelas perbuatan Chanakya. Padmananda pun memuji kecerdasannya. Amartya
juga berkata bahwa tidak menutup kemungkinan orang lain juga yang
melakukannya dan mereka harus mencari tau.
Chanakya berbicara
pada Chandra bahwa sekarang Padmananda pasti akan lebih waspada dan
tidak mudah mengelabui Amartya. Chanakya meminta Chandra memberinya
waktu untuk berpikir.
Malayketu berkomentar bahwa dirinya yakin
semua itu perbuatan Chanakya. Padmananda pun berkata kalau mereka harus
menguji Chanakya sebelum bergabung dengannya. Amartya berkata mempunyai
solusi untuk hal tersebut.
Vishaka dan Nandini tengah bermain
bersama Bindusara. Nandini kemudian berkata akan mengambil susu lebih
dulu. Vishaka mengendong Bindusara dan Nandini beranjak pergi. Chandra
masuk kedalam tanpa melihat Vishaka dan merasakan kram lagi. Chandra
yang mengira Bindusara tengah bersama Nandini berteriak memanggilnya
meminta tolong. Vishaka meletakkan Bindusara diayunan lalu bergerak ragu
menghampiri Chandra untuk memijatnya.
Nandini masuk membawa susu
Bindusara dan terkejut melihat Vishaka tengah memijat Chandra, Chandra
juga terkejut melihat Nandini dihadapannya dan melihat ternyata Vishaka
yang memijatnya. Vishaka lalu meminta maaf pada Chandra karena sudah
memijatnya. Chandra berbicara dan tersadar kramnya sudah menghilang.
Nandini bertanya dan Chandra tertawa pada Vishaka mengucapkan
terimakasih serta menambahkan kalau tangannya mengandung keajaiban.
Nandini membenarkan ucapan Chandra. Chandra lalu berbicara pada Vishaka
agar mengatakan apa yang diinginkannya sebagai ucapan terima kasih.
Vishaka mengatakan kalau dirinya sudah sangat berterimakasih atas
perlindungan yang diberikannya lalu VIshaka keluar kamar. Chandra pun
memuji Vishaka.
Apama bersiap2 hendak keluar dan Helena
memperhatikannya lalu bertanya hendak kemana dia, Apama menjawab bahwa
dirinya harus melakukan sesuatu. Helena bersikeras bertanya apa yang
akan dilakukannya dan melarangnya pergi sebelum mengatakan yang
sebenarnya. Apama pun berkata kalau Sunanda sudah mengancam akan
memberitaukan semuanya pada Chandra, Helena ketakutan dan menanyakan
nasib mereka nanti tapi Apama menenangkannya dan berkata akan menangani
Sunanda. Helena mengingatkan akan janjinya pada Chandra untuk menemukan
Padmananda, Apama menyahut akan menemukan jaan untuk memenuhi janjinya
itu. Apama lalu berjalan keluar dan menutupi kepalanya dengan selimut.
Diam2 ada yang mengikuti Apama juga.
Chandra tengah tertidur,
Nandini juga tertidur disebelah ayunan Bindusara tapi Nandini terbangun
dan kemudian melihat sekelebat bayangan melintas. Nandini melihat
bayangan tersebut lalu mengikutinya juga.
Apama melihat bayangan
Nandini dari cermin dan secepat kilat bergegas masuk ke ruangan
rahasianya. Nandini mencari2 Apama tapi kehilangan jejak dan kemudian
melihat orang lain yang dikiranya orang yang sama dengan yang tadi
diikutinya. Nandini mengikutinya dan menemukannya di luar lalu bertanya
siapa dia, Chanakya membalikan badan dan Nandini langsung memberi hormat
dan bertanya apa yang tengah dikerjakannya. Chanakya lalu berbicara
dengannya, “aku disini untuk melihatmu karena hanya kau yang
mempercayaiku..dengarkan aku..Chandra berpikir aku sudah tidak
bersamanya tapi dia masih seperti putraku sendiri..aku mempunyai
infrmasi kalau ayahmu mengirim seseorang keistana untuk melenyapkan
Chandra..apakah ada orang baru didalam istana..”. Nandini menyebut nama
Vishaka tapi Nandini juga berkata kalau orangtua Vishaka sudah
dilenyapkan oleh ayahnya. Chanakya pun berpesan agar dia tetap memata2i
Vishaka dan orang baru lainnya lalu Chanakya beranjak pergi.
Apama
menemui Sunanda di gua rahasianya. Mereka pun berbicara dan Sunanda
memberitau kalau Padmananda memiliki cucu yakni anak Gautami dan Nandini
mengetahui hal tersebut. Apama memberinya koin, Sunanda menerimanya dan
tersenyum. Apama pun beranjak pergi.
Chandra tengah menunggu
Nandini dan Vishaka tengah menggendong Bindusara. Nandini muncul dan
bertanya apa hyang terjadi dengan Bindusara. Chandra bertanya darimana
saja dia lalu memarahinya karena meninggalkan Bindusara yang sedang
menangis. Nandini menjawab bahwa dirinya baru saja dari kamarnya,
Chandra mengingatkan bahwa dia disini sebagai pengasuh. Vishaka
mengatakan pada Chandra bahwa Bindusara baik2 saja lalu memberikan
Bindusara pada Nandini dan beranjak pergi. Chandra kembali menegur
Nandini agar ingat apa tujuannya di bawa kembali ke istana ini. Nandini
membaringkan Bindusara dan Chandra melihat jejak lumpur disandal
Nandini.
Di aula, mentri membacakan peraturan baru. Chandra
memberikan usulan. Megasthenes lalu berkata mengenai Vishaka dan semua
informasi yang disampaikan Vishaka memang benar kalau Padmananda dan
Malayketu sudah menyerang kerajaannya dan mencoba menculik Vishaka tapi
Vishaka berhasil kabur. Megasthenes juga berkata bahwa Padmananda pasti
akan menyerang wilayah2 sekitar untuk menambah pasukannya, Megasthenes
menyarankan agar Magadha bergabung dengan kerajaan2 sekitar untuk
melawan Padmananda. Pelayan masuk memberitau bahwa ada jasad prajurit
yang ditemukan.
Chandra dan keluarga memeriksa jasad prajurit
tersebut, Chandra memikirkan sesuatu dan memberi perintah agar menemukan
siapa pelakunya. Megasthenes berkata bahwa semua ini pasti dilakukan
oleh orang didalam istana. Nandini muncul, Chandra lalu menatap tajam
pada Nandini dan teringat jejak sandalnya yang berlumpur semalam.
Chandra lalu menghampiri Nandini dan menyeretnya ke tempat lain.
Helena
berbicara dengan ibunya dan bertanya apakah dia yang menghabisi
prajurit tadi. Apama menjelaskan bukan dirinya yang melakukannya dan
Apama bercerita kalau Nandini sempat melihatnya semalam tapi Nandini
tidak tau jika yang di ikuti adalah dirinya. Apama juga bercerita
mengani anak Gautami, Helena menjawab kalau dirinya sudah tau mengenai
anak Gautami, Apama memarahinya karena tidak memberitahunya dan Apama
berkata kalau mereka bisa memperalat anak Gautami untuk melawan Nandini.
Chandra
membawa Nandini ke kamar dan mendorongnya hingga terjatuh. Chandra
menutup pintu kamar dan mulai membentak Nandini, “apa yang sudahkau
lakukan !! apa yang ada di pikiranmu..mengapa kau kembali keistana
ini..katakan padaku !!”, Nandini menjelaskan bahwa dirinya diistana ini
untuk Bindusara dan Dhurdhara, Chandra lalu bertanya darima dia semalam.
Nandini memutuskan untuk tidak memberitau Chandra tentang pertemuannya
dengan Chanakya. Chandra membentaknya agar mengatakan yang sebenarnya
karena semalam sudah terlihat jelas jejak lumpur dikakinya. Nandini
menunjukkan tanaman yang dibawanya dan berkata kalau dirinya keluar
mencari bahan ramuan yang bisa didapat hanya pada saat malam hari.
Chandra mengatakan bahwa dirinya tidak akan dengan mudah mempercayainya
dan dia tidak akan pernah menang lalu Chandra beranjak pergi. Nandini
pun berpikir, “siapa yang telah menghabisi prajurit tadi..ini berarti
Chanakya benar kalau Chandra sedang dalam bahaya".
Sinopsis
Chandra Nandini Episode 35 Part 1 Vishaka pura2 panik dan mengambil
Bindusara dari dalam ayunan, ular2 itu lalu mengelilingi Vishaka.
Chandra masuk kedalam di ikuti oleh Nandini. Chandra lalu berhasil
mengusir ular2 tadi menggunakan pedangnya. Nandini mengambil Bindusara
dari gendongan Vishaka, Vishaka lalu memeluk Chandra dan mengatakan
bahwa dirinya sangat takut dan tidak tau darimana ular2 itu berasal.
Chandra memberi perintah pada sang mentri lalu menegur keteledoran
Nandini karena meninggalkan Bindusara dan kemudian menyuruh Vishaka
mengambil Bindusara dari pelukan Nandini.
Gautami menemui Vishaka
asli dan berkata bahwa mereka harus memulai sekarang sandiwara mereka.
Gautami lalu berpura2 pingsan dan Vishaka asli berteriak, prajurit dan
pelayan datang. Gautami siuman dan mengatakan bahwa dirinyanhanya butuh
istirahat. Gautami lalu berbaring dan meminta Vishaka memakaikan selimut
padanya. Setelah prajurit dan pelayan2 pergi, Gautami dan Vishaka
mengganti isi tempat tidurnya dengan bantal. Gautami sendiri melarikan
diri dengan merobek tenda.
Chandra memarahi Nandini
dan membentaknya karena sudah mencurigai Vishaka yang seringkali
membantu Bindusara. Nandinipun berkata lain kali dirinya akan berbicara
jika mempunyai cukup bukti. Chandra berkata sudah salah menilainya
sebagai wanita yang cerdas dan Chandra menambahkan bahwa dirinya tidak
akan membiarkannya menyakiti orang lain lagi kemudian Chandra beranjak
pergi dan Nandini menangis karena dengan mudahnya Chandra menyalahkannya
untuk segala hal.
Vishaka tengah berbaring lalu seekor ular
mendatanginya, Vishaka berbicara padanya bahwa malam ini akan menghabisi
Chandra dengan cara meracuninya, Vishaka menambahkan bahwa dirinya akan
menggunakan kecantikannya untuk menarik perhatian Chandra lalu Vishaka
pun mengkonsumsi racun ularnya.
Nandini tengah bergumam sendiri
mencurigai sikap aneh Vishaka, seorang pelayan mendatanginya sabil
membawa puding beras dan berkata bahwa puding beras yang dibawanya
dibuat khusus untuknya. Pelayan meletakkan nampannya di meja dan
beranjak pergi. Sinopsis
Nandini membuka mangkuk disana dan
tidak melihat apapun lalu Nandini melihat secarik kertas yang ditempel
dibawah mangkuk tersebut, Nandini pun membaca pesan yang menyuruhnya
datang ke kuil Dewa Siwa berkaitan dengan Chandra, Nandini menduga itu
adalah pesan dari Chanakya.
Nandini pun berjalan di koridor
sambil menutupi kepalanya dengan selimut dan tetap waspada sementara itu
Vishaka palsu tengah bersiap2 merias diri lalu mengambil ularnya
didalam kotak dan mengkonsumsi racunnya. Vishaka kemudian berkata bahwa
racun tersebut akan mengakhiri Chandra malam ini.
Nandini masih
berjalan di koridor dan Apama melihatnya, Apama lalu membangunkan Helena
dan berbicara padanya agar melakukan sesuatu. Setelah itu keduanya
bergegas mengikuti Nandini sembari menutupi kepala dengan selimut.
Sinopsis Chandra Nandini
Chandra tengah berada di kamarnya,
Vishaka datang sambil membawa Bindusara dan berbicara pada Bindusara
kalau dirinya sudah membawanya menemui ayahnya. Vishaka lalu meletakkan
Bindusara di ayunan dan bergerak menghampiri Chandra. Vishaka
menunjukkan goresan di pundaknya dan berkata bahwa Bindusara tidak
membiarkannya tidur dan telah menggores pundaknya lalu Vishaka
menggenggam tangan Chandra agar memegang lukanya. Setelah itu Vishaka
duduk dipangkuan Chandra dan merebahkan kepalanya di bahu Chandra seraya
memuji Chandra.
Tiba2 Bindusara menangis, dengan menahan
emosi Vishaka beranjak menenangkan Bindusara, Chandra lalu berkata akan
segera kembali dan beranjak keluar tapi kemudian terdengar petir
menggelegar, Vishaka berlari memeluknya dan berkata kalau dirinya takut
sendirian dan memintga ijin Chandra agar di ijinkan tidur di kamarnya.
Chandra menjauhkan Vishaka dan mengiyakan permintaan Vishaka tapi
Chandra juga berkata akan tidur di kamar lain, Vishaka pun kembali
beralasan merasakan sakit di kakinya. Chandra pun menggendong Vishaka
menuju ranjangnya.
Nandini menuju kuil Dewa Siwa, Helena dan
ibunya memperhatikan dari kejauhan. Gautami lalu muncul memanggil
Nandini dan memberitau segalanya pada Nandini mengenai Vishaka asli dan
palsu. Apama dan Helena bertanya2 mengapa Gautami menemui Nandini. Apama
lalu berbicara pada Helena bahwa mereka harus mempergunakan hal ini
untuk melawan Nandini.
Chandra merebahkan Vishaka diranjang dan
Vishaka bersikeras memeluknya. Nandini kemudian datang dan terkejut
melihat kedekatan mereka. Nandini lalu berkata dengan sedikit membentak
pada Chandra kalau dirinya ingin berbicara. Chandra balik membentak
Nandini karena masuk ke kamarnya tanpa ijin. Nandini mengabaikan ucapan
Chandra dan berkata ingin berbicara pribadi dengan suaminya.
Vishaka
beranjak pergi tapi Chandra melarangnya dan berkata bahwa Nandini akan
berbicara dihadapannya, Vishaka mengatakan bahwa ini pembicaraan pribadi
antara suami istri dan Vishakapun beranjak pergi. Nandini lalu berdebat
dengan Chandra mengenai Vishaka. Nandini berkata memiliki bukti bahwa
Vishaka yang ada di istana adalah Visahaka palsu tapi Chandra tidak
mempercayainya dan bertanya mengapa dia melakukan semua ini. Nandini
membalas bahwa dirinya melakukan semua ini karena tidak ingin Magadha
kehilangan Raja nya dan Bindusara kehilangan ayahnya, Nandini berpesan
pada Chandra bahwa jika dia mencintai Magadha dan Bindusara maka dia
harus melakukan pengamatan terhadap Vishaka, kemudian Nandini pun
beranjak pergi
loading...